Masih ingat nggak rasanya cinta pertama?
Gimana cara kita melihat, cara kita mendengar dan cara kita
Merabanya perlahan. Saat itu…
Disaat kamu bertanya ke kanan dan ke kiri
Dan semua orang justru melakukan hal yang sama
Apa yang kamu rasakan saat itu?
Sedih? Tertawa? tersenyum abadi? Atau justru penuh luka?
Karena ia tidak berbalas
Masih ingat rasanya cinta pertama?
Dimana setiap awal kalimat bertuliskan “ Aku Sayang Kamu “
Dimana rindu selalu memeluk kalbu, walau tlah bertemu disepanjang waktu
Masih ingat rasanya cinta pertama?
Saat sebuah pandangan, saat hembusan suara, atau
Karena sepucuk surat cinta yang beramplopkan kertas putih
Membekas seperti virus
Masih ingat rasanya cinta pertama?
Dimana jarak antara kejujuran dan dusta tak bertepi
Dimana ketulusan sulit berbagi dengan bahasa cinta yang diagungkan
Masih ingat rasanya cinta pertama?
Dimana mawar ungu mengering dalam ranum
Dimana tak ada lagi sedih yang bersenandung
Dimana terucap ikrar sehidup semati
Masih ingat rasanya cinta pertama?
Dimana asa berkumpul membentuk do’a
Dimana keangkuhan berubah menjadi senyuman
Dimana alunan piano klasik berdenting hingga menggugah rima-nya
Yang terus mengulang tanpa lelah
Seperti itu pula aku jatuh cinta.
Jatuh cinta pada rasa yang pertama, bukan
Karena pandangan atau karena suara yang telah lama didendangkan
Jatuh cinta pada lima huruf yang tak bisa dipisahkan
Jatuh cinta pada yang kata banyak orang justru menyimpan dusta
Jatuh cinta pada yang selalu ingin diperhatikan
Yang tak jarang dihargai dengan pesta malam oleh para pembuatnya
Jatuh cinta pada yang kadang membuat kita lupa
Jatuh cinta pada sesuatu yang diperebutkan untuk jumlah materi
Jatuh cinta yang karenanya aku semakin lama semakin mengerti
Bahwa hidup bukan untuk mati
Jatuh cinta yang karenanya dunia tidak lagi berbidang
Melainkan begitu luas dan bebas seperti taman bermain
Semua dan saat ini..
Aku berpikir dan terpikir berulang
Kenapa ia selalu menempel di otak?
Seperti permen karet yang melekat
Tak peduli dimana kaki berpijak
Tak peduli kemana suara lantang di teriakkan
Dia seperti peluru AK-47 yang berjuntai cepat
Merentet dan berharap bekas lekas terbuat
Tampak bodoh memang, tapi itulah cinta pertama
Yang semua orang pasti memilikinya dan tak kan mau melupakannya
Cinta Pertama,
Iklan
Tuesday, February 5, 2008
Mereka Suka
Mereka suka hanya karena gue suka bikin iklan
Mereka suka hanya karena gue ngajar iklan
Mereka suka hanya karena wajah gue
Mereka suka hanya karena suara gue
Mereka suka hanya karena mobil gue
Mereka suka hanya karena gue sering jalan-jalan
Mereka suka hanya karena orang lain bilang gue baik
Mereka suka hanya karena gue dibilang punya duit
Mereka suka hanya karena gue dibilang kenal sama orang terkenal
Mereka suka hanya karena gue dibilang lucu
Mereka suka hanya karena gue orang Jawa
Mereka suka hanya karena gue dibilang rajin ibadah
Mereka suka hanya karena gue dibilang dewasa
Mereka suka hanya karena barang berharga yang gue punya
Mereka suka hanya karena gue dibilang sukses
Mereka suka hanya karena gue dibilang sabar
Mereka suka hanya karena gue suka pinjemin duit
Mereka suka hanya karena gue dibilang banyak kerjaan
Yang sebenarnya, mereka hanya suka dengan diri mereka sendiri
Yang sebenarnya, mereka nggak suka dengan kekurangan gue
Yang sebenarnya, gue hanya suka sama orang yang mencintai kekurangan gue
Mereka suka hanya karena gue ngajar iklan
Mereka suka hanya karena wajah gue
Mereka suka hanya karena suara gue
Mereka suka hanya karena mobil gue
Mereka suka hanya karena gue sering jalan-jalan
Mereka suka hanya karena orang lain bilang gue baik
Mereka suka hanya karena gue dibilang punya duit
Mereka suka hanya karena gue dibilang kenal sama orang terkenal
Mereka suka hanya karena gue dibilang lucu
Mereka suka hanya karena gue orang Jawa
Mereka suka hanya karena gue dibilang rajin ibadah
Mereka suka hanya karena gue dibilang dewasa
Mereka suka hanya karena barang berharga yang gue punya
Mereka suka hanya karena gue dibilang sukses
Mereka suka hanya karena gue dibilang sabar
Mereka suka hanya karena gue suka pinjemin duit
Mereka suka hanya karena gue dibilang banyak kerjaan
Yang sebenarnya, mereka hanya suka dengan diri mereka sendiri
Yang sebenarnya, mereka nggak suka dengan kekurangan gue
Yang sebenarnya, gue hanya suka sama orang yang mencintai kekurangan gue
Friday, January 11, 2008
Guyonan#1
1. Jangan mau kawin sama karyawan telkom Flexi : "tiap 3 menit putus"
Apalagi ama Dr. Gigi: "baru goyang udah dicabut", mendingan ama guru :
"kurang jelas, diulang sampe puaasss..." hehehe
2. Seorang pemerkosa tergirang-girang karena hanya divonis 1 tahun penjara.
Tapi tiba-tiba ia pingsan karena alat bukti kejahatannya disita negara
untuk dimusnahkan.
3. Mamaku pernah bilang, klo pacar dah pegang-pegang atas langsung aja
bilang DON'T, trus klo pacar dah pegang-pegang bawah langsung bilang
STOP. Berhubung sekarang pacar lagi pegang dua-duanya yang aku langsung
bilang DON'T STOP
4. Kemarin si dodi abis beli hape NOKLIA versi terbaru, dia langsung pamer
ketemennya. "Lu tau nggak, ni hape tahan banting lo". Temennya nyahut
"Ahh, bokis lu.mana ada hape tahan banting ". Si dodi langsung nggak mau
kalah sengit "Ia, kemarin ada temen gue mau banting ni hape, langsung
gue tahan.hehehe"
5. Seorang kakek melihat-lihat majalah porno. Pada halaman 1 dia bilang
" Ya Ampun!!" sambil menutup matanya dengan tangan, pada halaman ke 2
dia bilang " Ya Tuhan!!" dan tiba pada halaman terakhir ia berseru
" Ya..kok ABIS"
Apalagi ama Dr. Gigi: "baru goyang udah dicabut", mendingan ama guru :
"kurang jelas, diulang sampe puaasss..." hehehe
2. Seorang pemerkosa tergirang-girang karena hanya divonis 1 tahun penjara.
Tapi tiba-tiba ia pingsan karena alat bukti kejahatannya disita negara
untuk dimusnahkan.
3. Mamaku pernah bilang, klo pacar dah pegang-pegang atas langsung aja
bilang DON'T, trus klo pacar dah pegang-pegang bawah langsung bilang
STOP. Berhubung sekarang pacar lagi pegang dua-duanya yang aku langsung
bilang DON'T STOP
4. Kemarin si dodi abis beli hape NOKLIA versi terbaru, dia langsung pamer
ketemennya. "Lu tau nggak, ni hape tahan banting lo". Temennya nyahut
"Ahh, bokis lu.mana ada hape tahan banting ". Si dodi langsung nggak mau
kalah sengit "Ia, kemarin ada temen gue mau banting ni hape, langsung
gue tahan.hehehe"
5. Seorang kakek melihat-lihat majalah porno. Pada halaman 1 dia bilang
" Ya Ampun!!" sambil menutup matanya dengan tangan, pada halaman ke 2
dia bilang " Ya Tuhan!!" dan tiba pada halaman terakhir ia berseru
" Ya..kok ABIS"
Friday, October 19, 2007
Welcome Global Warming!
Selamat Datang di Indonesia
Sebentar lagi anda akan mendarat di negara ke 3 terbesar penyumbang C02.
Siapkan pelampung anda karena pendaratan akan kita lakukan dalam beberapa
menit lagi. Bagi anda yang tidak bisa berenang, kami ucapkan terima kasih karena
telah memilih terbang bersama kami...
Ini sepenggal cerita saya untuk anda, sekarang coba anda bayangkan menjadi
penumpang pesawat tersebut. Anda pilih, mau jadi penumpang yang bisa
berenang atau yang tidak bisa berenang ?
Sebentar lagi anda akan mendarat di negara ke 3 terbesar penyumbang C02.
Siapkan pelampung anda karena pendaratan akan kita lakukan dalam beberapa
menit lagi. Bagi anda yang tidak bisa berenang, kami ucapkan terima kasih karena
telah memilih terbang bersama kami...
Ini sepenggal cerita saya untuk anda, sekarang coba anda bayangkan menjadi
penumpang pesawat tersebut. Anda pilih, mau jadi penumpang yang bisa
berenang atau yang tidak bisa berenang ?
Sunday, September 9, 2007
Asbak 4 Bungkus

Saat aku makan nasi goreng diburjo tempat biasa, aku mendapati asbak kreatif ini.
Branding yang brilian yang ak kira ini pasti kreator sang empunya burjo (seharusnya
sang produsen rokok membayar mahal akan kreasinya).hehehe
Tapi ini cukup unik, sudah terlihat bahwa sudah berapa banyak rokok yang dihabiskannya.Seandainya ada orang yang merokok selain rokok yang dijadikan asbak
tadi, bisa dilihat bahwa di warung burjo tadi sudah banyak penggemar Djarum
Bisa jadi juga ada istilah,
" Merokok sebatang A Mild di Asbak 4 Bungkus Djarum "
hehehe..
Monday, September 3, 2007
Salesman Story
Saat saya melihat iklan ini (Bangkok Insurance) saat sungguh terenyuh
dan entah kenapa iklan ini begitu memiliki “ HATI “ menurut saya.
Walaupun menurut saya sekali lagi, kelebihan iklan ini adalah merupakan
kekurangan dari iklan ini pula.
Kenapa bisa begitu ?
So, coba saya bahas dengan singkat intisari iklan Bangkok Insurance
versi Salesman terlebih dahulu sebagai berikut :
Salesman Part One

- Iklan ini diawali dengan pesan sebagai salesman, yaitu
“ Close the deal at the first meeting “
- Kemudian adegan berlanjut dimana seorang salesman mendatangi sebuah
pertokoan yang dijaga oleh seorang Bapak dengan seorang anaknya
- Bapak tersebut sudah mengetahui terlebih dahulu bahwa salesman tersebut
ialah Salesman Asuransi (diilustrasikan Salesman tersebut berubah menjadi
seekor kecoa besar)
- Awalnya sang bapak tidak ingin mendengar penawaran yang akan diajukan
oleh sang Salesman tersebut, kemudian sang anak membujuk bapaknya
untuk memberi kesempatan mendengar penawaran Salesman tersebut.
- Lalu sang Salesman berkata “ Your children are still young, if you
die they will be damn rich ! “
- Mendengar hal itu sang bapak spontan marah, dan menyuruh salesman
tersebut berdiri, kemudian berbalik dan sang bapak menendang salesman
tersebut keluar tokonya diakhiri dengan pesan “ The life of an insurance
salesman is disgusting “
Salesman Part Two

- Iklan ini diawali dengan pesan “ If U Can’t Sell it, Find a new client “
- Kemudian adegan berlanjut dimana Salesman menawarkan jasanya kepada
seorang ibu-ibu tua yang berjualan dipinggir jalan, mendengar kata-kata
“ If you are killed in a car accident…” sang ibu spontan langsung menghajar
Salesman tadi hingga terlempar ke jalan
- Adegan berlanjut dimana Salesman tersebut (diilustrasikan sebagai kecoa
besar) berjalan tampak lesu di trotoar
- Tak lama kemudian, ia melintas didepan pertokoan pertama disaat ia
menawarkan asuransi. Ia melihat sang anak sedang memindahkan barang dari
dalam mobil
- Sang ayah sedang sakit kepala dan tidak bisa bekerja sehingga pekerjaannya
digantikan oleh sang anak
- Dengan spontan sang salesman membantu sang anak memindahkan barang
barang tersebut ke pertokoan
- Tiba-tiba anak tersebut berteriak bahwa sang ayah tiba-tiba datang.
Salesman tersebut terkejut melihat kehadiran sang bapak. Rupanya sudah
lama bapak itu melihat sang salesman membantu anaknya, ia pun berterima
kasih kepada Salesman tersebut. (Salesman diilustrasikan berubah menjadi
manusia kembali)
- Tiba-tiba salesman tersebut mengingatkan kembali akan tawaran asuransinya,
sang bapakpun langsung menghindar (Salesman diilustrasikan berubah
kembali menjadi kecoa)
- Salesman kesal karena ia gagal menawarkan asuransinya
Salesman Part Three

- Adegan bermula dimana sang salesman membantu anak sang bapak
di pertokoan tadi. (Salesman diilustrasikan menjadi kecoa)
- Sang salesman menanyakan kepada sang anak kemanakah sang ayah pergi
- Sang anak menjawab “ He went to pay the electricity bill “
- Tiba-tiba datang seorang ibu-ibu memberi kabar bahwa adik dari sang
anak tadi tertabrak mobil, spontan sang Salesman menghampiri anak yang
tertabrak tsb
- Ia berlari sambil menggendog sang anak menuju rumah sakit
- Adegan berlanjut dimana sang bapak tiba-tiba datang mencari anaknya
yang tertabrak tadi. Sang dokter menjelaskan bahwa sang anak baik-baik
saja
- Sang bapak mendatangi sang salesman yang sedang duduk didepan ruangan
dimana sang anak dirawat, ia pun berkata “ Thanks you for saving my
son’s life “
- Sang salesman meminta maaf jika ia tidak mampu membantu banyak
dan sambil mengeluarkan selembar uang ia berkata “ I don’t have much
but I want to help “
- Sang bapak berkata bahwa ia sudah mempunyai asuransi, dimana sang
salesman tersebut sebagai agennya (Salesman diilustrasikan berubah
menjadi manusia kembali)
- Sang bapak pun berkata “ From now on you have to take care of my family “
- Mendengar hal itu, sang Salesman teharu dan ia pun berterima kasih karena
sang bapak telah menggunakan asuransi yang ia tawarkan
See, kita udah sedikit tau tentang initisari dari ketiga iklan bersambung
di atas. Pertama, sesuai yang sudah saya bilang sebelumnya adalah kelebihan
dari iklan ini merupakan kelemahannya juga, karena iklan ini iklan
bersambung (Teaser Ad)
Jika audience hanya melihat salah satu versinya saja, maka iklan ini sudah
dianggap gagal karena antara iklan yang satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan cerita dan pesan yang mendalam.
Lalu, dimanakah letak “ HATI “ dalam iklan ini ?
Jawabannya cukup singkat dimana hal tersebut diwakili oleh kalimat
“ I don’t have much but I want to help “
dimana dalam adegan tersebut sang Salesman memberikan uang kepada sang ayah
sebagai bentuk keprihatinannya atas musibah yang menimpa sang anak
Hal lainnya adalah ketika sang Salesman dengan gigih menggendong dan berlari
menuju rumah sakit membawa sang anak tadi
Iklan ini cukup simple, cerdas dan menghibur. Jika kita mengikuti ketiga
versinya kita akan paham akan maksud dari pesannya dan percayalah anda
akan diajak dari hanya melihat, berpikir-pikir kemudian bertindak.
Ini sebuah KETULUSAN bukan sebuah kebohongan
Sudahkah iklan-iklan kita memiliki “ HATI “ ?
dan entah kenapa iklan ini begitu memiliki “ HATI “ menurut saya.
Walaupun menurut saya sekali lagi, kelebihan iklan ini adalah merupakan
kekurangan dari iklan ini pula.
Kenapa bisa begitu ?
So, coba saya bahas dengan singkat intisari iklan Bangkok Insurance
versi Salesman terlebih dahulu sebagai berikut :
Salesman Part One

- Iklan ini diawali dengan pesan sebagai salesman, yaitu
“ Close the deal at the first meeting “
- Kemudian adegan berlanjut dimana seorang salesman mendatangi sebuah
pertokoan yang dijaga oleh seorang Bapak dengan seorang anaknya
- Bapak tersebut sudah mengetahui terlebih dahulu bahwa salesman tersebut
ialah Salesman Asuransi (diilustrasikan Salesman tersebut berubah menjadi
seekor kecoa besar)
- Awalnya sang bapak tidak ingin mendengar penawaran yang akan diajukan
oleh sang Salesman tersebut, kemudian sang anak membujuk bapaknya
untuk memberi kesempatan mendengar penawaran Salesman tersebut.
- Lalu sang Salesman berkata “ Your children are still young, if you
die they will be damn rich ! “
- Mendengar hal itu sang bapak spontan marah, dan menyuruh salesman
tersebut berdiri, kemudian berbalik dan sang bapak menendang salesman
tersebut keluar tokonya diakhiri dengan pesan “ The life of an insurance
salesman is disgusting “
Salesman Part Two

- Iklan ini diawali dengan pesan “ If U Can’t Sell it, Find a new client “
- Kemudian adegan berlanjut dimana Salesman menawarkan jasanya kepada
seorang ibu-ibu tua yang berjualan dipinggir jalan, mendengar kata-kata
“ If you are killed in a car accident…” sang ibu spontan langsung menghajar
Salesman tadi hingga terlempar ke jalan
- Adegan berlanjut dimana Salesman tersebut (diilustrasikan sebagai kecoa
besar) berjalan tampak lesu di trotoar
- Tak lama kemudian, ia melintas didepan pertokoan pertama disaat ia
menawarkan asuransi. Ia melihat sang anak sedang memindahkan barang dari
dalam mobil
- Sang ayah sedang sakit kepala dan tidak bisa bekerja sehingga pekerjaannya
digantikan oleh sang anak
- Dengan spontan sang salesman membantu sang anak memindahkan barang
barang tersebut ke pertokoan
- Tiba-tiba anak tersebut berteriak bahwa sang ayah tiba-tiba datang.
Salesman tersebut terkejut melihat kehadiran sang bapak. Rupanya sudah
lama bapak itu melihat sang salesman membantu anaknya, ia pun berterima
kasih kepada Salesman tersebut. (Salesman diilustrasikan berubah menjadi
manusia kembali)
- Tiba-tiba salesman tersebut mengingatkan kembali akan tawaran asuransinya,
sang bapakpun langsung menghindar (Salesman diilustrasikan berubah
kembali menjadi kecoa)
- Salesman kesal karena ia gagal menawarkan asuransinya
Salesman Part Three

- Adegan bermula dimana sang salesman membantu anak sang bapak
di pertokoan tadi. (Salesman diilustrasikan menjadi kecoa)
- Sang salesman menanyakan kepada sang anak kemanakah sang ayah pergi
- Sang anak menjawab “ He went to pay the electricity bill “
- Tiba-tiba datang seorang ibu-ibu memberi kabar bahwa adik dari sang
anak tadi tertabrak mobil, spontan sang Salesman menghampiri anak yang
tertabrak tsb
- Ia berlari sambil menggendog sang anak menuju rumah sakit
- Adegan berlanjut dimana sang bapak tiba-tiba datang mencari anaknya
yang tertabrak tadi. Sang dokter menjelaskan bahwa sang anak baik-baik
saja
- Sang bapak mendatangi sang salesman yang sedang duduk didepan ruangan
dimana sang anak dirawat, ia pun berkata “ Thanks you for saving my
son’s life “
- Sang salesman meminta maaf jika ia tidak mampu membantu banyak
dan sambil mengeluarkan selembar uang ia berkata “ I don’t have much
but I want to help “
- Sang bapak berkata bahwa ia sudah mempunyai asuransi, dimana sang
salesman tersebut sebagai agennya (Salesman diilustrasikan berubah
menjadi manusia kembali)
- Sang bapak pun berkata “ From now on you have to take care of my family “
- Mendengar hal itu, sang Salesman teharu dan ia pun berterima kasih karena
sang bapak telah menggunakan asuransi yang ia tawarkan
See, kita udah sedikit tau tentang initisari dari ketiga iklan bersambung
di atas. Pertama, sesuai yang sudah saya bilang sebelumnya adalah kelebihan
dari iklan ini merupakan kelemahannya juga, karena iklan ini iklan
bersambung (Teaser Ad)
Jika audience hanya melihat salah satu versinya saja, maka iklan ini sudah
dianggap gagal karena antara iklan yang satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan cerita dan pesan yang mendalam.
Lalu, dimanakah letak “ HATI “ dalam iklan ini ?
Jawabannya cukup singkat dimana hal tersebut diwakili oleh kalimat
“ I don’t have much but I want to help “
dimana dalam adegan tersebut sang Salesman memberikan uang kepada sang ayah
sebagai bentuk keprihatinannya atas musibah yang menimpa sang anak
Hal lainnya adalah ketika sang Salesman dengan gigih menggendong dan berlari
menuju rumah sakit membawa sang anak tadi
Iklan ini cukup simple, cerdas dan menghibur. Jika kita mengikuti ketiga
versinya kita akan paham akan maksud dari pesannya dan percayalah anda
akan diajak dari hanya melihat, berpikir-pikir kemudian bertindak.
Ini sebuah KETULUSAN bukan sebuah kebohongan
Sudahkah iklan-iklan kita memiliki “ HATI “ ?
Life As A House
Nggak rugi klo nonton film ini, judulnya Life As A House.
Boleh dibilang film ini cukup sederhana, berbudget murah
dan tidak menggunakan artis kelas kakap. Tapi ceritanya
begitu bermakna, mengharukan, dan bisa dijadikan motivasi
untuk kita dalam menjalani hidup.
Aku aja sampe terharu (bukan pengen melankolis lo!)
Setting film ini kebanyakan di sebuah rumah tua dipinggir
bukit yang dimana saat kita membuka jendela ataupun keluar
dari teras rumah kita mampu melihat indahnya lautan dengan
deruan ombak yang tak berhenti menerjang dan hangatnya matahari.
George, seorang laki-laki tua yang sehari-harinya bekerja
sebagai arsitek menderita kanker stadium akut yang hidupnya
hanya tigal 4 bulan lagi. Ia dipecat dari perusahaan tempat
ia bekerja lantaran dalam membuat sebuah disain rumah, ia
masih tetap menggunakan maket secara manual dan tidak menggunakan
software komputer untuk membuatnya
Ia bercerai hampir 2 tahun, dan ia memiliki seorang anak dari
pernikahan dengan mantan istrinya. Sam, anak laki-laki George
sangat nakal dan tidak mau diatur. Sam sempat mengkonsumsi narkoba
dan ia pernah sekali terlibat dalam transaksi jual beli ganja.
Kehidupan mantan istri George dengan suami barunya tidaklah bahagia,
walaupun ia sudah di karuniai 2 orang anak yang masih kecil.
Sebelum George meninggal, ia bertekad membangun rumah yang awalnya
rusak menjadi sempurna. Ia mulai pekerjaannya dengan merobohkan
terlebih dahulu rumah tersebut bersama Sam. Mulai membangun pondasi
satu persatu, dan mulai di menegakkannya bersama mantan istri sam
dan tetangga depan rumahnya.
George tak jarang mengkonsumsi morfin dosis tinggi guna
menghilangkan rasa sakitnya. Saat George mendirikan rumah
idamannya dengan tujuan ia mampu mengumpulkan keluarganya
kembali dan ia ingin kembali menjadi dirinya yang baru sebelum
ajal menjemputnya
Sampai akhirnya, mantan istri George kembali ke pangkuan George,
Sam berubah menjadi baik dan lebih dewasa, dan banyak orang yang
membantu proses terbangunnya rumah impian George.
“ Hidup ini seperti membangun sebuah rumah, menegakkan pondasi
yang rapuh dan menghiasnya dengan lampu terang berwarna-warni
yang menyala indah di waktu malam. “
“ Ombak yang selalu berderu di lautan mengingatkan bahwa cobaan
akan selalu datang dan pasti akan pergi dimana ada kenangan
yang ditinggalkannya “
Boleh dibilang film ini cukup sederhana, berbudget murah
dan tidak menggunakan artis kelas kakap. Tapi ceritanya
begitu bermakna, mengharukan, dan bisa dijadikan motivasi
untuk kita dalam menjalani hidup.
Aku aja sampe terharu (bukan pengen melankolis lo!)
Setting film ini kebanyakan di sebuah rumah tua dipinggir
bukit yang dimana saat kita membuka jendela ataupun keluar
dari teras rumah kita mampu melihat indahnya lautan dengan
deruan ombak yang tak berhenti menerjang dan hangatnya matahari.
George, seorang laki-laki tua yang sehari-harinya bekerja
sebagai arsitek menderita kanker stadium akut yang hidupnya
hanya tigal 4 bulan lagi. Ia dipecat dari perusahaan tempat
ia bekerja lantaran dalam membuat sebuah disain rumah, ia
masih tetap menggunakan maket secara manual dan tidak menggunakan
software komputer untuk membuatnya
Ia bercerai hampir 2 tahun, dan ia memiliki seorang anak dari
pernikahan dengan mantan istrinya. Sam, anak laki-laki George
sangat nakal dan tidak mau diatur. Sam sempat mengkonsumsi narkoba
dan ia pernah sekali terlibat dalam transaksi jual beli ganja.
Kehidupan mantan istri George dengan suami barunya tidaklah bahagia,
walaupun ia sudah di karuniai 2 orang anak yang masih kecil.
Sebelum George meninggal, ia bertekad membangun rumah yang awalnya
rusak menjadi sempurna. Ia mulai pekerjaannya dengan merobohkan
terlebih dahulu rumah tersebut bersama Sam. Mulai membangun pondasi
satu persatu, dan mulai di menegakkannya bersama mantan istri sam
dan tetangga depan rumahnya.
George tak jarang mengkonsumsi morfin dosis tinggi guna
menghilangkan rasa sakitnya. Saat George mendirikan rumah
idamannya dengan tujuan ia mampu mengumpulkan keluarganya
kembali dan ia ingin kembali menjadi dirinya yang baru sebelum
ajal menjemputnya
Sampai akhirnya, mantan istri George kembali ke pangkuan George,
Sam berubah menjadi baik dan lebih dewasa, dan banyak orang yang
membantu proses terbangunnya rumah impian George.
“ Hidup ini seperti membangun sebuah rumah, menegakkan pondasi
yang rapuh dan menghiasnya dengan lampu terang berwarna-warni
yang menyala indah di waktu malam. “
“ Ombak yang selalu berderu di lautan mengingatkan bahwa cobaan
akan selalu datang dan pasti akan pergi dimana ada kenangan
yang ditinggalkannya “